Kamis, 16 Oktober 2008

Tips

Tips Memanage Konflik
MANAJEMEN KONFLIK

Merasa frustasi? Marah? Mudah emosi? Kita pasti pernah mengalaminya suatu waktu.
Yang menjadi permasalahan di sini adalah dapatkah kita mengontrol diri saat tertimpa masalah? Salah satu jalan untuk dapat “deal” dengan rasa marah adalah dengan mendinginkan pikiran. Saat menerima sesuatu yang membuat diri kita merasa sangat marah dan emosi berlebihan, usahakan untuk menstop perasaan tersebut, tenangkan diri, dan pikirkan setiap perkataan ataupun tindakan agar tidak menyesal belakangan. Ekspresikan apa yang mengganggu dan mengapa hal tersebut membuat kita merasa sangat marah.
Dengarkan dengan seksama apa yang orang lain katakan
Tentukan pilihan penyelesaian konflik tanpa adanya perkelahian dan menghindar.
Jika merasa tidak mampu menyelesaikan sendiri carilah bantuan.
Berbicara dengan orang tua dan orang dewasa
Apakah kalian pernah mencoba melakukan hal ini, namun tidak mendapatkan hal yang kalian harapkan dari orang dewasa? Tenang.. Jangan emosi dulu. Mungkin hal ini disebabkan oleh cara komunikasi kalian yang kurang tepat.
Nah, coba deh gunakan tips berikut ini untuk meningkatkan komunikasi kalian dengan orang dewasa.
Jujurlah dengan perasaan kalian. Orang tua atau wali kalian bisa menjadi sumber dukungan ataupun saran. Akan tetapi mereka tidak mengerti apa yang ada dalam pikiran kalian jika kalian tidak mengungkapkannya.
Jika kalian merasa sedih, jangan dengan segera berada pada sisi defensif. Jika kalian memulai dengan emosi maka kalian tidak akan bias mengekspresikan perasaan kalian.
Kunci dalam membentuk persahabatan yang baik
Terkadang perasaan pada saat kita merasa stres dan memiliki tekanan, akan membantu kita untuk mengetahui apakah teman kita ada untuk kita. Teman yang baik dapat diumpamakan seperti lem yang saling berpegangan dan berbagi sesuatu bersama dalam hidup kita. Selamat ya bagi kalian yang telah memiliki teman yang baik. Namun jika belum, coba deh ikuti tips di bawah ini untuk menemukan teman ”sejati”.
Carilah orang yang memiliki hobi yang sama dengan kalian. Akan tetapi jangan mengeksklusi orang dengan hobi yang berbeda. Keep open mind.
Jika kalian menghargai orang lain, maka orang lain akan menghargai kalian.
Terimalah bahwa setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan.
Meskipun teman baik tapi tentu tak kan ada selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Kembangkan minat lain dan janganlah iri bila teman kalian memiliki minat lain juga.
Teman kalian tidak dapat membaca pikiran kalian, jadi katakan padanya jika ada sesuatu yang mengganjal.
Jadilah orang yang dapat menjadi tempat bertukar pikiran secara timbale balik dan kalian harus ada memberikan dukungan pada saat teman kalian menemui masalah.
Dukunglah teman kalian. Tidak masalah jika tidak setuju terhadap apa yang telah mereka lakukan. Tapi jangan bercerita tentang kejelekan teman dari belakang.
Pilihlah kata-kata kalian dengan bijak, karena tidak dapat kalian tarik kembali.

Saat teman kalian mencoba mencari sesuatu yang baru, kalian mungkin merasa kesepian dan mungkin suatu saat teman kalian tidak bisa ada di saat kalian memerlukannya. Jika kalian merasa tidak mampu menghadapi situasi tersebut kalian perlu mengembangkan ruang lingkup pertemanan kalian. Kalian harus menghargai diri kalian dan orang lain dengan mulai membuka diri dan mau bergaul dengan orang lain. Ok guys?

Baca!!!

Ngomong Sendiri
Oleh : Charly BuchariPernah menonton film lawas Indonesia yang berjudul “Badut-Badut Kota”? Mungkin tidak banyak yang menontonnya. Secara garis besar film yang diperankan oleh Dede Yusuf ini menceritakan sepasang suami-istri yang hidup di bawah garis marjin kehidupan di kota Jakarta, sang suami berprofesi sebagai seorang badut. Suatu hari, dengan sikap jujurnya sang suami menemukan “segepok” dokumen dan uang milik seorang kaya dan mengembalikannya. Singkat cerita, saat ditawarkan sang orang kaya uang atas jasanya mengembalikan dokumen dan uang tersebut, sang suami menolak. Dia hanya ingin tahu ilmu yang membuat sang orang kaya menjadi makmur. Melihat kesungguhan sang suami, orang kaya tadipun membagikan ilmu wirausahanya kepadanya. Setelah mendapatkan ilmu sang orang kaya, pasangan suami-istri itu pun memutuskan membuka sebuah warung makan. Dengan bantuan modal sang orang kaya, disediakannyalah sebuah lokasi warung makan dan perangkat yang diperlukannya. Tetapi, tidak begitu banyak orang yang datang ke warung makan tersebut. Sang suami berjalan mengitari bangunan-bangunan besar di pusat kota sembari mempromosikan warung makannya, namun dirasa cukup tidak efektif mempromosikan ke satu-satu orang saja dengan media brosur kertas.Hingga pada suatu saat, sang suami duduk di sebuah lobi gedung perkantoran di pusat kota. Beberapa orang berpakaian necis menghampiri meja announcer yang dijaga seorang wanita, setelah tidak beberapa lama sang wanita mengumumkan sebuah panggilan yang kira-kira berbunyi: “kepada driver Bapak Suhardi dari PT Rahayu Putra harap menuju lobi.” Tak lama sebuah kendaraan roda empat menghampiri pintu depan lobi, lelaki tadi pun naik mobil dan segera menghilang. Setelah memperhatikan beberapa fenomena tersebut, sang suami pemilik warung makan itu pun mencoba hal yang sama. Pesannya pun tidak jauh dari yang sudah-sudah, hanya mengganti namanya dan dari Rumah Makan miliknya. Jadi, dari saat itu sang suami tersebut hanya mengitari gedung-gedung perkantoran hanya menyampaikan pesan tersebut kepada announcer dan segera berpindah ke gedung perkantoran lainnya. Alhasil, rumah makannya pun semakin sering terdengar oleh orang-orang dan efeknya membuat rumah makannya semakin ramai, dan bisa disimpulkan sebagai happy ending.Ide mempromosikan rumah makan seperti cerita film tersebut mungkin cukup unik, masih mengenai usaha mempromosikan rumah makan baru namun kali ini merupakan cara yang sudah menjadi rahasia umum namun tetap efektif. Sang pemilik rumah makan meminjam kendaraan roda empat milik kolega dan sahabatnya dan memarkirkannya di tempat parkir rumah makannya selama beberapa malam untuk memberikan kesan bahwa rumah makan tersebut selalu ramai dan dipenuhi oleh para pengujung. Hasilnya pun cukup luar biasa, banyak orang yang lewat di depan rumah makan tersebut menjadi penasaran dan mampir untuk mencoba masakan rumah makan tersebut, biaya iklan? Tidak ada sama sekali! Cerdik ya.Itu di Indonesia, usaha sejenis pun juga dianut oleh pemasar di luar negeri. Kita dapat ambil contoh perusahaan London’s Cake Creative Consultancy di Newcastle, mereka mengumpulkan kaleng-kaleng kosong Kratingdaeng, lalu kaleng-kaleng kosong tersebut ditempatkan di berbagai tong sampah dekat dengan bar dan pub di penjuru negeri. Hal ini mengesankan bahwa Kratingdaeng sangat diminati oleh banyak orang. Efeknya dalam waktu singkat Kratingdaeng pun menjadi populer di Eropa.Gaya pemasaran ini cukup efektif, secara kasat mata calon konsumen terpengaruh dengan fakta bahwa produk tersebut cukup baik karena “terlihat” memang begitu. Pengaruh “fakta yang terlihat” ini sungguh menjadi daya tarik tersendiri bagi calon konsumen baru untuk mencoba produk yang ditawarkan tersebut. Kesan dan fakta yang “berkata” tersebut sebenarnya merupakan advertising yang murah dan elegan, para pemasar hanya perlu mencari kesan atau keadaan yang bagaimana yang dapat menunjukkan bahwa produk mereka adalah baik dan sedang digandrungi oleh target konsumen mereka. Setelah menemukan kesan atau keadaan tersebut, tinggal dikondisikan dan dikomunikasikan secara wajar kepada target konsumen dan sim salabim! Hasilnya pun luar biasa! Seakan berkebalikan dengan pemasaran umumnya dimana berupaya “meneriakkan dengan kencang” mengenai produk yang ditawarkan kepada target konsumennya, semakin sering dan kencang meneriakkannya maka diharapkan banyak target konsumen yang segera “terpengaruh” untuk mencoba dan tujuan akhirnya sebagai konsumen mereka. Namun, semakin sering dan kencang meneriakkannya berarti semakin deras pula budget yang perlu dianggarkan. Semakin sering mengiklankan produk di media massa seperti televisi dan media cetak berarti memperbesar pendanaan terhadapnya, yang sangat disayangkan bahwa karena terlalu banyak produk yang menggunakan cara ini, konsumen pun cenderung “mengacuhkan” teriakan-teriakan yang ada walaupun masih ada kemungkinan sub conscious/bawah sadar konsumen terpengaruh oleh seringnya gempuran iklan tersebut.Dengan berpedoman prinsip diversifikasi cara pemasaran, sebagai pendamping kegiatan teriakan lantang, menciptakan kesan dan fakta yang bisa ngomong sendiri tidaklah salah untuk dimanfaatkan. Mari bersiap dan berinovasi!

Upgrade Diri

Menggali Potensi



Menggali Potensi
Kamu pasti sering mendengar istilah kata “potensi”. Tahukah kamu apa artinya ? Potensi adalah kemauan terpendam yang dimiliki seseorang karena kemampuan itu masih ‘terpendam’, maka seseorang harus berusaha menggalinya agar kelihatan. Lalu bagaimana menggali potensi ? antara lain melalui :
1. Mengenal diri sendiri.Buatlah daftar untuk pertanyaan untuk diri sendiri apa yang membuat saya bahagia ?, apa saja kelebihan dan kelemahan saya? Apa sebenarnya minat dan bakat saya ?Jawablah pertanyaan pertanyaan tersebut dengan sejujurnya, kalau perlu minta bantuan keluargamu atau sahabat untuk menilai kelebihan. Kelemahan, minat dan bakat kamu.
2. Kenali Motivasi Hidup.
Setiap orang memiliki motivasi ( dorongan dari dalam diri sendiri ) untuk mencapai tujuan hidupnya. Cobalah mengenal apa motivasi hidup kamu. Misalnya apa yang bisa memacu semangat kamu untuk melakukan hal hal terbaik dalam hidupmu ? Dengan begitu kamu memiliki kekuatan dan dukungan dari dalam diri sendiri untuki menghasilkan karya dan prestasi yang terbaik.
3. Jangan Mengadili Diri.
Mungkin kamu telah berusaha melakukan segala daya untuk mencapai suatu tujua. Tetapi ternyata mengalami kegagalan. Jangan terlalu menyesali dan mengadili kesalahan diri sendiri. Hal ini hanya akan membuang-buang waktu dan energ. Lebih baik waktu dab energi kamu manfaatkan untuk bangkit kembali. Jadikan kegagalan sebagai pengalaman dan pelajaran berharga untuk mencapai keberhasilan yang tertunda.
Selamat menggali potensi diri sendiri........

Kepribadian

Sepuluh (10) Kepribadian Orang Sukses
Jumat, 25 Agustus, 2006 · 44 Tanggapan
window.google_render_ad();
oleh Charly Buchari
“The best way to predict the future is to create it.” – Alan Kay
Suatu kesuksesan memiliki banyak definisi dan variasi tolok ukur. Beberapa dari kita meyakini, bahwa kesuksesan berarti mencapai posisi tertinggi di kantor, variasi lainnya bermakna memiliki kecukupan finansial tertentu. Ada sebagian lagi mewujudkan kesuksesan sebagai sebuah predikat penghargaan dari kolega dan khalayak atas prestasinya. Dari bermacam definisi dan tolok ukur itu, satu hal yang dapat disimpulkan bahwa kesuksesan merupakan pencapaian impian melalui sebuah proses terstruktur dan terencana. Contohnya, si A mendefinisikan sukses jika dia mampu mencapai manajer pemasaran di tempat kerjanya. Usaha untuk “memuluskan” kesuksesan tersebut, A memutuskan untuk belajar kembali di institusi pendidikan S2 dan mengikuti beberapa seminar pemasaran. Tentu saja, banyak hal yang perlu dipersiapkan, baik itu material dan sikap pribadinya. Bentuk material berupa dana dan waktu merupakan hal yang pasti harus dipersiapkan, lalu perlu juga ditunjang dengan sikap pribadi dalam menyikapi proses pencapaian kesuksesan itu sendiri.
Merujuk kepada Jennie S. Bev yaitu seorang konsultan, entrepreneur, penulis dan edukator bertempat tinggal di San Francisco Bay Area dan merupakan seorang Indonesia yang “sukses” berkompetisi pada iklim “ketat” Amerika. Beliau mengedepankan 10 unsur kepribadian seorang sukses (baik dari segi keuangan dan prestasi) yang berdasarkan pada komunikasi dan pergaulannya dengan para billionaire dan beberapa pengusaha sukses. Sepuluh sikap itu adalah sebagai berikut:
Satu, keberanian untuk berinisiatif. Kekuatan yang sebenarnya tidak lagi menjadi rahasia atas kesuksesan orang-orang terknenal yaitu mereka selalu punya ide-ide cemerlang! Seorang Donald Trump yang “mendunia” karena superioritasnya di bidang Real Estate awalnya berproses dari status bangkrut dan akhirnya berpredikat Raja Real Estate, adalah contoh dari seorang yang jenius dan berani berinisiatif. Kita tentu mengenal serial TV The Apprentice, kontes Miss Universe, Online University bernama TrumpUniversity.com, bahkan di negara asalnya boneka Donald adalah sebuah icon dan produk laris selain buku-buku bestseller-nya. Dan inisiatif adalah kekayaan semua orang, tinggal orang itu mau atau tidak untuk berinisiatif mengemukakan ide-idenya.
Dua, tepat waktu. Sebuah hal yang pasti untuk semua orang di dunia ini tanpa terkecuali adalah bahwa kita memiliki jumlah waktu yang sama yaitu 24 jam sehari. Seorang yang menepati janji dan tepat waktu menunjukkan bahwa dia adalah seorang yang memiliki kemampuan mengatur/manage sesuatu yang paling terbatas tersebut. Kemampuan untuk hadir sesuai janji adalah kunci dari semua keberhasilan, terutama keberhasilan berbisnis dan berinteraksi. Memberikan perhatian lebih terhadap waktu merupakan pencerminan dari respek terhadap diri sendiri dan kolega dan mitra kita.
Tiga, senang melayani dan memberi. Sebuah rumus sukses dari banyak orang sukses adalah mampu memimpin, namun sebuah additional attribute dari sikap kepemimpinan adalah kebiasaan melayani dan memberi. The more you give to others, the more respect you get in return. Dan, keikhlasan adalah kunci untuk sifat ini. Kebaikan lain akan terus mengalir tanpa henti saat kita mampu memberi dan melayani dengan ikhlas. Ini mungkin bisa dibilang sebagai bonus saja! Tetapi, setidaknnya dengan memberi dan melayani berarti menunjukkan kepada teman, kolega serta rekan kita betapa suksesnya diri kita sehingga membuat orang lebih yakin bermitra dan bergaul dengan diri kita.
Empat, membuka diri terlebih dahulu. Barangkali kita pernah bertemu orang yang selalu mau tahu tentang hal pribadi orang lain namun dia terus menutup diri agar jati dirinya tidak terbuka. Mereka biasanya hidup dalam ketakutan dan kecurigaan, dan selalu berprasangka buruk kepada siapa saja yang dijumpainya. Sikap ini adalah unsur yang tidak dimiliki banyak orang sukses. Rasa percaya dan kebesaran hati untuk membuka diri terhadap lawan bicara merupakan cermin bahwa kita nyaman dengan diri sendiri, lantas tidak ada yang perlu ditutupi, itulah yang dicari oleh para partner sejati dan sebagian besar dari kita akan setuju bahwa tidak banyak orang yang mau bekerja sama dengan orang yang misterius, betul kan?
Lima, senang bekerja sama dan membina hubungan baik. Kemampuan bekerja sama dalam tim adalah salah satu kunci keberhasilan utama. Kembali kita mengambil contoh Donald Trump. Dalam serial TV The Apprentice, Trump memiliki tim yang loyal dan menjadi perpanjangan tangan dirinya dalam menemukan para calon “orang kepercayaan” yang baru. Pada akhirnya, Trump akan memiliki sebuah tim yang sangat loyal dan bervisi sama dengan menciptakan jaringan kerja yang baik, sehingga jalan menuju sukses itu semakin terbuka lebar.
Enam, senang mempelajari hal-hal baru. Ciputra dan Aburizal Bakrie adalah seorang yang bisa dikatakan sebagai orang sukses dalam bidangnya yaitu commerce. Tapi saat mereka mendirikan universitas, apakah mereka beralih sebagai seorang pendidik? Atau mereka sendiri sebenarnya adalah profesor? Jelas tidak, mereka tetap seorang entrepreneur, namun dengan kegemarannya mencari hal-hal baru serta langsung menerapkannya, maka dunia bisnis semakin terbuka luas baginya. Dunia bisnis ibarat sebagai tempat bermain yang laus dan tidak terbatas. Jadi senang belajar dan mencari hal baru adalah sebuah sikap kesuksesan.
Tujuh, jarang mengeluh, profesionalisme adalah yang paling utama. Lance Armstrong pernah berkata, “There are two kinds of days: good days and great days.” Hanya ada dua macam hari: hari yang baik dan hari yang sangat baik. Adalah baik jika kita tidak pernah mengeluh, walaupun suatu hari mungkin kita akan jatuh dan gagal. Mengapa? Karena setiap kali gagal, itu adalah kesempatan bagi diri kita untuk belajar mengatasi kegagalan itu sendiri sehingga tidak terulang lagi di kemudian hari. Hari di mana kita gagal tetap sebagai a good day (hari yang baik).
Delapan, berani menanggung resiko. Jelas, tanpa ini tidak ada kesempatan sama sekali untuk menuju sukses. Sebenarnya setiap hari kita menanggung resiko, walaupun tidak disadari penuh. Resiko hanyalah akan berakibat dua macam: be a good or a great day. Jadi, jadi tidak perlu dikhawatirkan lagi bukan? Kegagalan pun hanyalah kesempatan belajar untuk tidak mengulangi hal yang sama di kemudian hari dan tentunya ambang kepada kesuksesan akan lebih dekat.
Sembilan, tidak menunjukkan kekhawatiran (berpikir positif setiap saat). Berpikir positif adalah environment atau default state di mana keseluruhan eksistensi kita berada. Jika kita gunakan pikiran negatif sebagai default state, maka semua perbuatan kita akan berdasarkan ini (kekhawatiran atau cemas). Dengan pikiran positif, maka perbuatan kita akan didasarkan oleh getaran positif, sehingga hal positif akan semakin besar kemungkinannya. Semakin positif kita menyikapi hambatan, semakin besar kesempatan kita menemukan penyelesaian atas hambatan tersebut.
Sepuluh, “comfortable in their own skin” Menutup-nutupi sesuatu maupun supaya tampak “lebih” dari lawan bicaranya. Pernah bertemu dengan orang sukses yang rendah diri alias tidak nyaman dengan diri mereka sendiri? Tidak ada tentunya. Kenyamanan menjadi diri sendiri tidak perlu ditutup-tutupi supaya lawan bicara tidak tersinggung karena setiap orang mempunyai tempat tersendiri di dunia yang tidak bisa digantikan oleh orang lain. Saya adalah saya, mereka adalah mereka. Dengan menjadi diri saya sendiri, saya tidak akan mengusik keberadaan mereka. Jika mereka merasa tidak nyaman, itu bukan karena kepribadian saya, namun karena mindset yang berbeda dan kekurangmampuan mereka dalam mencapai kenyamanan dengan diri sendiri. Sikap dasar orang sukses tersebut di atas barangkali dapat menjadi cerminan dan memuluskan langkah kita untuk mencapai kesuksesan yang kita impikan, tinggal kita yang memutuskan. Siap untuk sukses? Sampai bertemu lagi di puncak gunung kesuksesan!

Sejarah Morse

ONE WORLD ONE LANGUAGE
MORSE IS THE LANGUAGE
Sejarah Morse1837 -
Telegraph oleh Samuel Finley Breese Morse1876 - Telephone oleh Alexander Graham Bell1894 -
Radio oleh Guglielmo MarconiMengingat Bunyi RR 2735 adalah :"Barang siapa yang akan mengoperasikan Peralatan Station Amatir Radio, harus dapat membuktikan kemampuannya, untuk mengirim dengan secara cermat dan dapat menerima dengan alat pendengarannya, berita di dalam kode morse"Morse digunakan karena :1. Morse adalah Cikal Bakal Komunikasi2. Morse dapat menembus dunia walaupun keadaan sulit3. Morse hanya memerlukan watt yang kecil4. Morse dapat membentuk komunikasi yang disiplin, cekatan, waspada5. Morse adalah bahasa yang universalTeknik / cara belajar morse :1. Menerima a. konsentrasi penuh b. mendengar c. mengenal bunyi d. mengenal nada / irama2. Mengirim a. konsentrasi penuh b. mengenal huruf, tanda baca, angka dan singkatan c. mengirim dengan WPM ( Word Per Minute ) yang konstan d. rapi e. teratur f . berurutanDasar dari Kode Morse/CW ( Continuous Wave ) adalah DID & DAH yaitu . & - ( titik dan garis ).Apabila kita sudah bisa membedakan antara bunyi ketukan Did & Dah dengan fasih, maka barulah kita dapat melakukan kombinasi ketukan lainnya.Jadi dalam hal ini kelompok :
E I S H ( . / .. / ... / .... )
TMO ( - / - - / - - - )Ingat :Mempelajari Kode Morse berarti kita sedang mempelajari / melafazkan bahasa baru, bukan mengingat- ingat kumpulan nada panjang dan pendek ( . & - ). Mulailah dengan cara penulisan yang cepat secara santai dan konsentrasi pada nada / irama yang sedang diketuk, jangan sekali-kali mencoba untuk menebak atau meramalkan huruf-huruf yang akan diketuk berikutnya, atau membaca ulang apa yang telah kita tulis sebelumnya tapi simak dan konsentrasi pada ketukan berikutnya.Bila salah satu huruf yang sedang diketuk tidak dapat kita terima / ingat, lupakan, tinggalkan dan jangan dipikirkan huruf yang kita tidak dapat tadi, tapi konsentrasi pada huruf berikutnya. Karena apabila kita masih mengingat-ingat huruf yang kita tidak dapat tadi, maka kita akan tertinggal karena sementara kita berfikir, ketukan tidak akan berhenti dan terus berjalan.Materi pengenalan kode morsePramuka Griya Depok AsriOleh : Kak G Jellani ( YB1GJS )