Selasa, 06 Desember 2011

First Generation of Saka Wira Kartika

Kembali jari-jariq ingin menekan-nekat tut pada keyboard netbokq. Kali ini aku ingin ng-share pengalamanq masuk menjadi anggota SWK (Saka Wira Kartika) Kodim 0709 Kebumen yang kebetulan waktu itu baru awal pembukaan sehingga aq termasuk kedalam angkatan pertama. First Generation. Ohya...sebelumnya SWK itu merupakan sebuah SAKA (Satuan Karya) yang dibawahi atau diampu oleh TNI Angkatan Darat. Pengorganisasian Saka binaan TNI-AD ini, tidaklah jauh berbeda dengan Satuan Karya pada umumnya. Namun Demikian Saka Wira Kartika ini memiliki Program Pendidikan yang dibentuk dalam Satuan Krida antara Lain : Krida Survival, Krida Pioneer, Krida Mountainering, Krida Navigasi Darat, Krida Bintal Juang. Tiap Krida memiliki Spesifikasi materi pendidikan yang berbeda dengan krida lainnya.

Mari mulai masuk ke pengalamanku masuk ke dunia SWK. Pertama kali aq tahu informasi tentang SWK ini adalah dari Bapak. Bapak yang berprofesi sebagai TNI-AD tentulah tahu perihal tentang SWK yang bermarkas di Kodim 0709 Kebumen. Bapak pernah menawariq untuk ikut kegiatan tersebut dengan nada menantang. Namun saat itu aq sama sekali tidak berminat, sehingga tak menghiraukan ajakan Bapak. Kala itu aq masih duduk di kelas X di sebuah SMA terfavorit di Kotaq, SMA Negeri 1 Kebumen. Ketertarikanq pada SWK muncul ketika salah satu teman SMPq yang bersekolah di lain SMA memberi kabar dan menceritakan keikutsertaannya dalam SWK. Aq mulai tertari mendengar cerita-ceritanya. Selain itu juga banyak teman-teman SMPq yang ternyata ikut SWK juga. Akhirnya aq memutuskan untuk ikut juga, dan menerima tantangan dari Bapak yang sebelumnya tak q hiraukan.
Awal aq berangkat SWK bertepatan dengan acara pengukuhan. Acara ini bertujuan untuk mengukuhkan kami atau kata lainnya menjadikan kami sebagai anggota resmi SWK Kodim 0709 Kebumen. Acara pengukuhan dilaksanakan pada hari sabtu-minggu, sehingga tidak mengganggu pelajaran di sekolah. Kami merapat ke Mabes pada sabtu sore sekitar pukul 15.00. Setelah semua anggota baru dikumpulkan, kami dibagi ke dalam tiga peleton untuk melaksanakan upacara pembukaan. Pada upacara pembukaan tersebut kami memakai pakaian pramuka lengkap tanpa perlengkapan ransel. Selesai upacara kami diberi pengarahan dan kemudian dikumpulkan dalam aula sembari menunggu waktu maghrib tiba.

Seusai maghrib, acara di isi dengan sedikit kultum dari pembina sampai waktu isya tiba dan langsung shalat isya berjama'ah. Setelah selesai, kami semua disuruh memakai pakaian pramuka lengkap dan dikumpulkan dilapangan. kami semua yang awalnya dibagi menjadi tiga peleton, kini di bagi lagi menjadi beregu-regu dan tiap regu terdiri dari sekitar 10 orang. Waktu itu jumlah anggota baru ada sekitar 150an andik. Sekitar pukul 20.00 kami diberangkatkan dari Mabes untuk longmarch sejauh yang kami tidak tahu pastinya. Yang kami tahu, subuh kami baru sampai lagi di Mabes. 

Kami berjalan dikegelapan dan dinginnya malam, disaat semua orang sedang tertidur pulas, kami menikmati indahnya malam dan dinginnya udara di luar. Trak perjalanan yang kami lewati tidaklah mudah. Hari mendung disertai gerimis. Tidak jarang kami melewati genangan air dan masik ke dalam  sepatu sehingga menambah rasa dingin yang kami rasakan. Jalan yang kmi lewati tidaklah selalu jalan aspal, ada juga jalan yang berupa tanah liat, pematang sawah, dan juga tanah berlumpur, sehingga sepatu kami makin berat karena ditempelin adonan dari tanah liyat yang terinjang-injak. 

Di bagian akhir perjalanan, kami diberi benda, benda trsebut adalah sedotan yang di dalamnya ada badge Saka Wira Kartika yang nantinya akan dipasang di lengan sebelah kiri baju pramuka kami. Saat pemberian sedotan tersebut, kami diberi wejangan : " Jaga ini baik-baik, jangan sampai ke tangan orang lain! Anggap barang ini nyawamu sendiri, sehingga apabila barang ini jatuh k tangan orang lain, maka kamu mati!". Aku sedikit merinding mendengarnya. Sebegitu pentingkah benda ini??? Aq pun heran siapa yang akan memintanya,kan semuanya sudah dapat. Benaar...beberapa langkah setelah menerima benda tersebut, ada senior dari binaan TNI yang ikut berpartisipasi meminta benda yang baru beberapa menit di tangan kami. Mereka meminta secara paksa dan sambil mencoba merebutnya dari kami dengan segala cara. Aq teringat wejangan tadi dan berusaha mempertahankan benda yang sangat berharga layaknya nyawaq. Di sinilah sifat amanah kami di uji. Kami di amanatkan sesuatu dan disuruh menjaganya baik-baik.

Dengan susah payah rintangan ini dapat q atasai. Ada beberapa rekan saya  yang kehilangan benda keramat tersebut sehingga mreka melanjutka perjalanan dengan perasaan was-was dan khawatir membayangkan hukuman yang akan diterimanya. Setelah beberapa menit berjalan, kami diberhentikan dan dikumpulkan di sebuah area tanah lapang. Kami dipersilahkan duduk dan meregangkan kaki yang telah bekerja keras menopang badan kami selama beberapa jam. Tiba-tiba suara lantang mengagetkan kami dari belakang. Suara tersebut siap mencengkeram kami di kedinginan dini hari. Suara tersebut bertanya siapa yang kehilangan benda keramat yang telah dibagikan tadi. Satu persatu rekan yang kehilangan benda tersebut berjalan dan berkumpul di belakang barisan kami. Mereka di tindak dengan cara merayap di tanah liyat yang tergenang air sejauh kurang lebih 5 meter. Aq dapat mrasakan betapa kedinginannya mereka. Itulah akibatnya tidak menjaga amanah dengan baik.

Setelah beberapa menit istirahat, kami melanjutkan perjalan menuju Mabes. Perjalanan tidak begitu lama, sekitar satu jam kami sudah samapi di Mabes dan membersihkah diri untuk melaksanakan ibadah shalat subuh. Setelah shalat subuh kami diberi waktu bebas untuk sekedar menyandarkan tubuh dan tidur sejenak. Setelah pukul 07.00 kami dikumpulkan di lapangan untuk melaksanakan upacara penutupan dan penyematan tanda anggota Saka Wira Kartika. Mulai saat itu kamu resmi menjadi bagian dari keluarga Saka Wira Kartika Kodim 0709 Kebumen.

Bersambung......

Rabu, 04 Mei 2011

100 Impian Hidupku tuk Masa Depan


1 Sukses Dunia Akhirat

2 Membahagiakan orang tua

3 Membuat bangga orang tua

4 Berbakti kepada orang tua

5. Kuliah lancar

6. Lulus tepat waktu

7. IPK lebih dari 3.6

8. IP selalu naik tiap semesternya

9. Dapat beasiswa

10. Kuliah ke luar negeri dengan beasiswa

11. Hafal juz 30 selama kuliah

12. Lancar berbahasa inggris

13. Berangkat haji bersama keluarga

14. Berani bicara di depan umum

15. Menjadi Taruna

16. Beli motor sendiri

17. Beli mobil sendiri

18. Punya uang jajan sendiri

19. Bisa liburan ke luar negeri

20. Bisa melanjutkan S2 dengan uang sendiri

21. Menjadi tenaga pengajar yang bermanfaat dan disukai peserdik

22. Menyandang sabuk hitam di karate

23. Punya istri Sholekhah, cantik lahir bathin, dan pinter dalam hal dunia dan akhirat

24. Punya anak yang sholeh dan sholekhah

25. Menjadi suami yang bertangguungjawab, yang dicintai istri dan anak-anak

26. Berwira usaha

27. Menjadi tenaga pengajar yang mengispirasi orang lain

28. Membuat usaha peternakan ikan

29. Membuka LPK

30. Bermanfaat bagi orang lain

31. Punya rumah sederhana, dengan 6 kamar tidur, 3 kamar mandi, 1 dapur, 1 ruang makan, 2 ruang keluarga, 2 ruang kerja, 2 garasidan perpustakaan pribadi

32. Rumah bertingkat menghadap ke jalan

33. Pergi ke prancis bersama keluarga

34. Rumah dilengkapi dengan kolam renang

35. Di halaman belakang ada lapangan basket dan beberapa alat olahraga

36. Ada kebun kecil yang ditanami bunga-bunga

37. Di kebun ada air mancur dengan lampu warna-warni

38. Beli sawah untuk bapak

39. Naik puncak tertinggi di Indonesia

40. Naik puncak tertinggi di Dunia

41. Berlibur ke bunaken

42. Memberi makan min 50 anak yatim setiap bulan

43. Bisa mengguasai 3 atau lebih bahasa

44. Lancar berbahasa jawa kromo

45. Bisa mengisi sebuah kajian

46. Menjadi mahasiswa teladan

47. Lulus dengan coumlode

48. Istiqomah dalam kebaikan

49. Hafal surah Yasin

50. Beli laptop sendiri

51. Menjadi leader

52. Beli tanah di puncak

53. Punya rumah pribadi di puncak

54. Beli hp sendiri

55. Shalat di masjidil haram

56. Bertemu dengan orang-orang besar

57. Membuat pesta perayaan ulang tahun bapak dan ibu

58. Merayakan ulang tahun pernikahan orang tua

59. Punya koleksi buku (perpustakaan pribadi)

60. Bisa nabung

61. Keangkat menjadi PNS

62. Bisa berkomunikasi dengan orang asing (turis) dengan lancar

63. Menjadi muslim yang bisa menjadi panutan

64. Bisa menulis arab dengan baik dan benar

65. Nonton piala dunia langsung

66. Nonton NBA secara langsung

67. Beli sepeda gunung

68. Mengkoleksi buku-buku

69. Menjadi superhero

70. Dihormati dan disegani orang

71. Ahli IT

72. Naik pesawat

73. Punya tabungan buat pendidikan anak

74. Renovasi gudang belakang rumah

75. Buat tempat olahraga di belakang rumah

76. Mendapat penghargaan

77. Punya toko

78. Bisa main musik

79. Punya studio musik

80. Punya bioskop mini di rumah

81. Bisa keliling dunia

82. Bertemu dengan ulama-ulama besar

83. Melihat senyuman bapak dan ibu ketika aku bisa membuat bangga mereka

84. Membuat bapak ibu menangis karena bangga dan bahagia padaku

85. Menulis buku

86. Menjadi pemenang dalam kejuaraan karate

87. Membelikan ibu motor matic

88. Berkumpul bersama keluarga besar 10 tahun mendatang

89. Menjadi disiplin, rajin, dan lebih bertanggung jawab

90. Mempunyai sebuah perusahaan

91. Membeli tanah untuk di waqafkan

92. Membuat inovasi dalam pembelajaran

93. Bisa melanjutkan S3

94. Menyiapkan aset untuk masa depan anak

95. Khatam Al Qur’an setiap 3 bulan

96. Melihat teman-teman dan orang yang saya kenal sukses

97. Mencium Ka’bah

98. Umroh bersama keluarga besar

99. Sehat jasmani dan rokhani

100. Menjadi Hamba Allah yang khusnul khotimah....AMIIIIIINNN ^_^





Manusia hanya bisa berencana, namun Allah lah yang tetap Maha Menentukan. Inamaa amruhu idza aradaa, syaian an ya kulallahu qun faya qun.